Selamat Datang

Dalam Talian

Tetamu Yang Tak Dijamu

Rabu, 2010 Februari 03

Dakwah Zakat Niaga Di Pagoh


Abang ni ucapkan terima kasih kepada MAIJ kerana turun padang..


Hasil dari bengkel yang diadakan pada bulan Januari 2010 lalu di Melaka, unit operasi zakat MAIJ akan memperhebatkan lagi dakwah zakat kepada ummah.

Hari ini, 3hb. Februari 2010, seluruh warga MAIJ yang berkaitan dengan operasi zakat telah berkumpul di Muar.

Setelah taklimat ringkas dari Pengarah Program, aku dan Lokman serta pilot telah diarahkan untuk mengedarkan dan melakukan ziarah peniaga muslim di Pekan Pagoh.

Beberapa kedai peniaga muslim aku jelajahi dan menerangkan secara ringkas peri pentingnya zakat perniagaan.

Aku singgah di sebuah kedai menjual buah-buahan yang agak besar jugak. Aku terangkan secara ringkas tentang kaedah pengiraan zakat perniagaan dan kemanakah duit zakat tersebut diagihkan.

Saudara Lokman yang ditugaskan untuk mengambil maklumat tentang alamat perniagaan, nama, no. telepon dan sebagainya nampaknya agak sukar untuk mendapatkan maklumat tersebut dari tuan punya kedai.

Tuan punya kedai tersebut memberi alasan, dia tidak mahu nanti mendapat pelbagai surat yang tidak diingini. Aku jelaskan pada tuan punya kedai, bahawa kami ingin dapatkan maklumat tersebut supaya apabila kami membuat seminar zakat perniagaan, kami akan menjemput peniaga-peniaga muslim untuk turut serta dan MAIJ bukanlah seperti LHDN. Alhamdulillah penerangan aku dapat diterima secara baik oleh peniaga tersebut.


Kedai Sayur Di Pekan Pancor

Setelah menjelajah dari satu kedai ke kedai berikutnya, kami bergerak ke R & R Pagoh arah selatan.

Kami solat jamak kemudian terus ke kedai-kedai yang ada untuk meneruskan aktiviti dakwah.

Sayang betul, kedai-kedai makan dan minum semuanya ditutup kerana ada aktiviti penyemburan nyamuk.

Maka aku hanya edarkan flyers kepada gerai buah-buahan yang ada sebanyak 6 buah. 3 kepunyaan muslim dan selebihnya bukan muslim.

Ketika aku ingin mengedarkan flyers kepada salah satu gerai buah-buhan, aku dapati pemilik gerai tersebut adalah orang yang sama dengan gerai buah-buahan di pekan Pagoh.

Aku hanya tersenyum dan peniaga muslim tersebut juga hanya tersenyum. Patutlah agaknya dia tak nak bagi maklumat perniagaannya, aku agak dia tentu khuatir jika ada pihak yang tahu dia mempunyai kedai buah-buahan lebih dari satu.


Satu-satunya farmasi muslim di pekan Pagoh

Apa pun, sekitar Pekan Pagoh dan Bukit Pasir tidak banyak peniaga muslim. Suka atau tak suka, kita perlu terima hakikat bahawa ekonomi kaum muslimin masih terjajah. Bilalah agaknya kaum muslimin di Malaysia akan merdeka dalam erti kata yang sebenarnya?

Wallahua'lam.

Isnin, 2010 Februari 01

Kaki Anak Tersepit di Eskalator

Berita semalam, seorang anak kakinya tersepit di eskalator di sebuah pusat membeli belah di Selangor. Hampir sejam tersepit barulah dapat dikeluarkan dengan bantuan bomba. Jadi kepada ibubapa sekalian, berhati-hatilah ketika membawa anak-anak melalui eskalator.

Selasa, 2010 Januari 26

Blogger Hina Almarhum Sultan Johor Serah Diri

Blogger yang didakwa menghina Almarhum Sultan Johor, Sultan Iskandar, telah menyerah diri di Kota Bharu pada 25 Januari 2010. Beliau yang merupakan pemilik blog Adukataruna.blogspot telah menyiarkan kritikan yang tidak wajar kepada Almarhum Sultan.
Sebagai muslim, adalah wajar akhlak Islam dalam penulisan dipertahankan. Baginda Almarhum Sultan Johor, amat banyak jasanya kepada perkembangan Islam di Johor. Marilah kita doakan semoga roh Almarhum dicucuri rahmat Allah s.w.t

Rabu, 2010 Januari 06

Panji Hitam Dari Timur : Untuk Diperhalusi


Al-Liwa' Rasulullah


Ar-Rayah Rasulullah

Dalam berbagai hadits yang shahih telah dijelaskan bahwa akan senantiasa ada sekelompok umat Islam yang berpegang teguh di atas kebenaran. Mereka melaksanakan Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan konskuen, memperjuangkan tegaknya syariat Islam, dan meraih kemenangan atas musuh-musuh Islam, baik dari kalangan kaum kafir maupun kaum munafik dan murtadin.

Kelompok Islam ini disebut ath-thaifah al-manshurah atau kelompok yang mendapat kemenangan. Kelompok ini akan senantiasa ada sampai saat bertiupnya angin lembut yang mewafatkan seluruh kaum beriman menjelang hari kiamat kelak. Kelompok ini diawali dari Rasulullah saw beserta segenap sahabat, berlanjut dengan generasi-generasi Islam selanjutnya, sampai pada generasi Islam yang menyertai imam Mahdi dan Nabi Isa dalam memerangi Dajjal dan memerintah dunia berdasar syariat Islam.

Hadits-hadits tentang ath-thaifah al-manshurah diriwayatkan banyak jalur dari sembilan belas (19) shahabat. Menurut penelitian sejumlah ulama hadits, hadits-hadits tentang ath-thaifah al-manshurah telah mencapai derajat mutawatir.

Kelompok umat Islam ini adalah kelompok elit umat Islam. Mereka adalah sekelompok kecil kaum ‘fundamentalis Islam’, di tengah kelompok umat Islam yang telah mulai lalai dari kewajiban berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Mereka adalah ‘muslim-muslim militan’ yang sangat dikhawatirkan oleh AS dan Barat akan mengancam kepentingan mereka. Rasulullah saw menamakan kelompok ini sebagai ath-thaifah al-manshurah, kelompok yang mendapatkan kemenangan. Penamaan ini merupakan sebuah janji kemenangan bagi kelompok ini, baik dalam waktu yang cepat maupun lambat, baik kemenangan materi maupun spiritual.

Di antara hadits-hadits tentang ath-thaifah al-manshurah tersebut adalah sebagai berikut:

“Akan senantiasa ada satu kelompok dari umatku yang meraih kemenangan (karena berada) di atas kebenaran, orang-orang yang menelantarkan mereka tidak akan mampu menimbulkan bahaya kepada mereka, sampai datangnya urusan Allah sementara keadaan mereka tetap seperti itu. [1]
“Akan senantiasa ada satu kelompok dari umatku yang berperang di atas urusan Allah. Mereka mengalahkan musuh-musuh mereka. Orang-orang yang memusuhi mereka tidak akan mampu menimpakan bahaya kepada mereka sampai datangnya kiamat, sementara keadaan mereka tetap konsisten seperti itu.[2]

Ashabu Rayati Suud, Generasi Akhir Thaifah Mansurah yang dijanjikan
Dalam sebuah riwayat tentang Thaifah manshurah disebutkan, “Akan senantiasa ada sekelompok umatku yang berperang di atas kebenaran. Mereka meraih kemenangan atas orang-orang yang memerangi mereka, sampai akhirnya kelompok terakhir mereka memerangi Dajjal.[3]
Riwayat tersebut menjelaskan bahwa di akhir zaman, kelompok Thaifah Manshurah adalah mereka yang bergabung dengan Al-Mahdi untuk memerangi musuh-musuh Islam, dimana Dajjal adalah salah satu yang akan dikalahkan oleh kelompok ini. Parameter kebenaran saat itulah adalah mereka yang bersama Al-Mahdi, sedang mereka yang menolak Al-Mahdi adalah munafik (hal itu sebagaimana yang telah dijelaskan dalam hadits fitnah duhaima’). Sedangkan kelompok Thaifah Manshurah yang memberikan dukungan kepada Al-Mahdi telah dijelaskan ciri-ciri mereka dalam beberapa riwayat yang kemudian dikenal dengan nama Ashabu Rayati Suud (Pasukan Panji Hitam dari Khurasan).

Benar, membicarakan kemunculan Al-Mahdi tidak bisa terlepas dari membicarakan satu kelompok manusia yang menamakan dirinya sebagai pasukan panji hitam (Ashhabu Rayati Suud / The Black Banner). Kelompok ini memiliki beberapa ciri khusus yang akan lebih memudahkan bagi seseorang untuk mengenalinya. Meskipun demikian, tidak mudah bagi seseorang untuk menjustifikasi kelompok tertentu bahwa mereka adalah Ashhabu Rayati Suud. Sebab ciri-ciri tersebut juga banyak dimiliki oleh banyak manusia dan kelompok, sedang riwayat yang menunjukkan asal keberadaan mereka (Khurasan) merupakan sebuah wilayah luas yang dihuni oleh banyak manusia.

Siapakah sebenarnya Ashahbu Rayati Suud yang kelak menjadi pendukung Al Mahdi ? Benarkah riwayat yang membicarakan kemunculan kelompok ini ?

Ada beberapa riwayat yang menjelaskan keberadaan kelompok ini, di antaranya adalah sebagai berikut

“Akan keluar sebuah kaum dari arah Timur, mereka akan memudahkan kekuasaan bagi Al Mahdi.”
“Dari Khurasan akan keluar beberapa bendera hitam, tak sesuatupun bisa menahannya sampai akhirnya bendera-bendera itu ditegakkan di Iliya (Baitul Maqdis).”
“Akan keluar manusia dari Timur yang akan memudahkan jalan kekuasaan bagi Al ‘ Mahdi.”

Namun riwayat-riwayat tersebut memiliki cacat dari sisi sanad dan periwayatannya. Sedangkan riwayat tentang Ashhabu Rayati Suud yang sampai pada derajat hasan adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh sahabat Tsauban :

“Akan berperang tiga orang di sisi perbendaharaanmu. Mereka semua adalah putera khalifah. Tetapi tak seorang pun di antara mereka yang berhasil menguasainya. Kemudian muncullah bendera-bendera hitam dari arah timur, lantas mereka membunuh kamu dengan suatu pembunuhan yang belum pernah dialami oleh kaum sebelummu.” Kemudian beliau saw menyebutkan sesuatu yang aku tidak hafal, lalu bersabda: “Maka jika kamu melihatnya, berbai’atlah walaupun dengan merangkak di alas salju, karena dia adalah khalifah Allah Al-Mahdi.[4]
Riwayat tersebut tidak banyak menjelaskan ciri-ciri fisik tertentu secara detil sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat-riwayat lainnya. Tentang maksud perbendaharaan dalam riwayat tersebut Ibnu Katsir berkata, “Yang dimaksud dengan perbendaharaan di dalam hadits ini ialah perbendaharaan Ka’bah. Akan ada tiga orang putera khalifah yang berperang di sisinya untuk memperebutkannya hingga datangnya akhir zaman, lalu keluarlah Al-Mahdi yang akan muncul dari negeri Timur.

Zaman Kemunculan Ashabu Rayati Suud

Berdasar riwayat Tsauban di atas, kemunculan Ashhabu Rayati Suud adalah di saat kemunculan Al-Mahdi. Riwayat tersebut mengisyaratkan bahwa keberadaan Ashhabu rayati Suud dan embrionya sudah muncul jauh-jauh hari sebelum kemunculan Al-Mahdi. Sebab, kemunculan sebuah kelompok yang kelak mewakili satu-satunya kelompok paling haq di antara kelompok umat Islam yang ada jelas tidak mungkin muncul dengan sekejab, sim salabim. Keberadaan mereka sudah ada dan embrio mereka terus tumbuh di tengah kerasnya kecamuk perang dan debu-debu mesiu. Ciri khas mereka dalam riwayat di atas – memiliki kemampuan membunuh lawan yang tidak pernah dimiliki oleh kaum sebelumnya – menggambarkan betapa dahsyatnya daya tempur dan strategi militer yang mereka punyai. Riwayat ini juga mengisyaratkan bahwa aktivitas mereka sebelum kemunculan Al-Mahdi adalah perang dan pembunuhan, hal yang menjadi ciri khas thaifah manshurah di akhir zaman.

Riwayat Tsauban di atas juga mengisyaratkan bahwa kemunculan Ashabu Rayati Suud dari Khurasan ini terjadi di saat kematian seorang raja Saudi yang dilanjutkan dengan pertikaian tiga putra khalifah untuk memperebutkan Ka’bah.

Dalam hal ini, banyak analisa menyebutkan bahwa boleh jadi kondisi itu akan segera menjadi realita demi melihat apa yang saat ini terjadi di Saudi. Adalah Tony Khater [5], seorang analis politik Amerika dengan spesialisasi kajian Timur Tengah khususnya Arab Saudi, telah secara konsisten menyebutkan tentang terpecahnya pemerintahan Arab Saudi menjadi empat kelompok sebelum wafatnya Raja Fahd, seakan-akan kelompok-kelompok itu memunyai pemerintahannya sendiri-sendiri, yaitu pemerintahan Putra Mahkota Pangeran Abdullah, pemerintahan Pangeran Nayef, pemerintahan Pangeran Sultan, dan pemerintahan Pangeran Salman. Dengan wafatnya Raja Fahd, lalu Putra Mahkota Abdullah yang telah berusia 80 tahun naik menjadi raja, maka di bawahnya terdapat tiga pangeran dengan pemerintahannya sendiri-sendiri yang bersiap-siap menggantikannya ketika ia wafat nanti, yaitu Pangeran Nayef, Pangeran Sultan, dan Pangeran Salman.

Jika ini kelak terjadi, akankah ia menjadi tanda kemunculan Al-Mahdi dan menjadi tanda keluarnya Ashabu Rayati Suud? Lalu siapakah kelompok yang layak untuk disebut sebagai Ashabu rayati Suud, kelompok Thaifah Manshurah akhir zaman yang dijanjikan?

Ashabu Rayati Suud akan muncul dari timur Khurasan, benarkah mereka Thaliban dan Al-Qaeda ?

Kemunculan salah satu tandhim askari kaum militan fundamental di wilayah Khurasan (Afghanistan, Iraq dll) yang dikenal dengan Thaliban dan Al-Qaeda memunculkan pertanyaan, benarkah mereka adalah calon Ashhabu Rayati Suud yang dijanjikan? Pasalnya, kelompok ini adalah satu-satunya kaum militan muslim yang paling ditakuti oleh barat karena kehebatan tempur mereka, juga karena cita-cita mereka yang radikal; mendirikan negara Islam dari ujung Asia Tenggara hingga barat Maroko. Mereka adalah muslim fundamental yang paling kuat melaksanakan hukum Islam sebagaimana yang pernah berlaku di Madinah pada masa Rasulullah saw. Merekalah satu-satunya kelompok yang paling mendekati gambaran kehidupan Rasulullah saw dan para sahabatnya; beriman, hijrah, perang, mendirikan daulah Islam, melaksanakan semua kewajiban tanpa terkecuali, mendapat boikot dan kecaman internasional, mendapat ujian paling berat dan menyatakan keimanannya, dikepung oleh pasukan ahzab dan banyak lagi sejarah kehidupan generasi assabiqunal awwalun yang hari ini tergambar dalam realitas hidup mereka.

Beberapa analis pemerhati hadits-hadits fitnah menduga; bahwa merekalah yang lebih layak untuk menyandang gelar kehormatan itu sesuai dengan beratnya ujian keimanan yang mereka hadapi.

Dalm hal ini, terlepas dari tepat atau melesetnya dugaan-dugaan tersebut, ada hal lain yang lebih penting untuk dipahami oleh seorang muslim berkaitan dengan dua kelompok fundamental ini. Setiap muslim hendaknya berhati-hati untuk tidak menjatuhkan vonis tertentu pada kelompok-kelompok yang secara lahir memiliki stigma dan citra negatif dari musuh-musuh Islam –bahkan dari kalangan umat Islam sendiri- bahwa hal itu bukan berarti keadaan mereka adalah sebagaimana tuduhan itu. Merupakan sunnatullah bahwa musuh-musuh Islam dari bangsa barat memiliki dendam dan kebencian kepada setiap muslim yang memegang teguh agama mereka. Dalam hal ini, kelompok Thaliban dan Al-Qaeda yang sangat komitmen menegakkan semua bentuk syari’at Islam dalam masyarakatnya sangat wajar bila dibenci oleh bangsa Barat. Termasuk sebagian kaum muslimin yang termakan oleh isu dan propaganda bangsa barat tentang “kekejian dan kejahatan” Thaliban terhadap manusia.

Tanpa bermaksud memastikan apakah Thaliban merupakan termasuk kelompok Ashhabu Rayatis Suud, yang pasti bahwa memberikan tuduhan jahat dan keji yang belum tentu demikian kenyataannya merupakan kejahatan tersendiri. Sementara mendoakan mereka, mengharapkan mereka untuk membela umat Islam, mengusir musuh-musuh Islam dan menegakkan syari’at di muka bumi merupakan sikap yang baik.

Namun demikian – terlepas bahwa Thaliban dan Al-Qaeda memiliki ciri-ciri yang banyak keserupaannya dengan kelompok Ashabu Rayati Suud – yang jelas memastikan secara haqqul yakin bahwa mereka adalah Ashabu Rayati Suud termasuk sikap tergesa-gesa. Namun, mudah-mudahan tidak salah jika kita berharap, semoga mereka itulah kelompok yang dimaksudkan. Amiin.

Wallahu a’lam bish shawab.

[1]HR. Muslim: Kitabul Imarah no. 3544 dan Tirmidzi: Kitabul fitan no. 2155


[2]HR. Muslim: Kitabul imarah no. 3550.


[3]HR. Abu Daud: Kitab al-jihad no. 2125, Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 1959.


[4]Sunan Ibnu Majah, Kitabul Fitan Bab Khurujil Mahdi 2: 1467: Mustadrak Al-Hakim 4: 463-464. Dan dia berkata, “Ini adalah hadits shahih menurut syarat Syaikhain.” (An-Nihayah fit Firan 1:29 dengan tahqiq DR. Thana Zaini).

[5]Pada situs Saudipolitics.com, 1 Januari 2004, Tony Khater, THE UNITED STATES AS UNWANTED BROKER IN ROYAL SECESSION; IT WANTS BANDAR BIN SULTAN AS CROWN PRINCE”

Sumber : http://granadamediatama.wordpress.com/

Sedikit Renungan Untuk Dibahaskan :

Bendera Al-Qaeda :
http://en.wikipedia.org/wiki/Al-Qaeda

Bendera Syabab Somalia :
http://en.wikipedia.org/wiki/Harakat_al-Shabaab_Mujahideen

Bendera Harakatul Islam Uzbekistan :
http://en.wikipedia.org/wiki/Islamic_Movement_of_Uzbekistan

Bendera Taliban :
http://id.wikipedia.org/wiki/Taliban

Bendera Hizbut Tahrir :
http://www.hizb-ut-tahrir.org/

Al-Syabab Somalia Akan Ke Yaman


MOGADISHU (Arrahmah.com) - Harakah Al Shabab Mujahidin pada hari Jumat (1/1) telah mengumumkan bahwa mereka akan mengirimkan mujahidinnya ke Yaman, di mana pasukan pemerintah memerangi pihak yang disinyalir adalah jaringan Al-Qaidah.

Petinggi Al Shabab mengatakan akan pergi ke Yaman untuk membantu memerangi "musuh Allah".

"Kami katakan kepada saudara-saudara Muslim kami di Yaman bahwa kami akan melintasi perairan antara Yaman dan Somalia untuk mencapai tempat Anda, untuk membantu Anda melawan musuh Allah," kata Sheikh Mukhtar Robow Abu Mansour, salah seorang petinggi Al Shabaab.

Ia berbicara di sebuah kamp pelatihan di utara Mogadishu di mana satu kelompok yang terdiri seratus mujahidin yang baru dilatih, diperlihatkan ke hadapan publik.

Al Shabaab yang berjuang melawan pemerintah Somalia telah mengambil alih kendali di banyak wilayah di Somalia dan dinilai beberapa kalangan sebagai kelompok yang terilhami oleh Al Qaidah.

"Hari ini Anda melihat apa yang terjadi di Yaman, musuh Allah menghancurkan saudara-saudara Anda," katanya di utara Mogadishu.

"Saya menyerukan kepada pemuda di tanah Arab untuk bergabung dan bertempur di sana."

Pasukan Yaman bulan lalu meluncurkan serangan terhadap target yang dicurigai Al-Qaidah di Sanaa, diklaim menewaskan lebih dari 60 'militan' Islam. Beberapa orang juga terluka dalam bentrokan minggu ini.

Pengumuman ini akan menjadi yang pertama yang berisi klaim As Shabab untuk bertempur di Yaman, di mana pemerintah Yaman baru-baru ini mengatakan bahwa kelompok Islam di Somalia mendukung kelompok 'pemberontak' Huthis di utara Yaman. (althaf/rbc/arrahmah.com)

Ahad, 2009 Disember 20

Hadis Gigit Dengan Geraham - 4

maka hendaklah kamu memegang sunnahku dan sunnah Khulafa Rashidin yang mendapat petunjuk yg bijaksana, berpegang teguhlah kepadanya, gigitlah dengan geraham,
dan hati-hati jangan sampai mengadakan bid'ah, setiap yang diada-adakan itu adalah bid'ah, dan setiap bid'ah adalah kesesatan" (Hadis Riwayat Abu Daud no.4443)

Hadis Gigit Dengan Geraham - 3

Beliau bersabda "Aku wasiatkan kepada kamu agar kamu bertaqwa terhadap Allah, mendengar dan mentaati, sekalipun terhadap budak bangsa Habsyi, sungguh orang yang hidup sepeninggalku akan melihat banyak perselisihan,